Distributor resmi Norden-X & Inward Detection Jakarta, Indonesia +62 812-3456-7890 [email protected]
Berita

AI dan Pemindai Radiasi: Arah Baru Pemeriksaan Kontainer di Indonesia

Bea Cukai meresmikan pemindai peti kemas ber-radiation portal monitor dan aplikasi berbasis AI di Tanjung Priok. Apa bedanya X-ray, RPM, dan AI, dan apa artinya bagi titik periksa Anda?

Terminal peti kemas di malam hari dengan crane dan kapal kontainer, dilihat dari udara
Terminal peti kemas di malam hari dengan crane dan kapal kontainer, dilihat dari udara

Pemeriksaan barang di pelabuhan dan bandara sedang berubah cepat. Di Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meresmikan pemindai peti kemas yang dilengkapi radiation portal monitor di Pelabuhan Tanjung Priok, bersamaan dengan pengenalan aplikasi pengawasan berbasis kecerdasan buatan (AI). Di tingkat global, sepanjang 2026 AI makin banyak ditanamkan ke mesin X-ray untuk membantu operator menemukan barang terlarang.

Artikel ini merangkum apa yang terjadi, apa bedanya X-ray, radiation portal monitor, dan AI, serta apa artinya bagi instansi dan operator yang sedang merencanakan titik periksa.

Apa yang diresmikan di Tanjung Priok?

Pada 12 Desember 2025, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Ditjen Bea dan Cukai meresmikan pemindai X-ray peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berdasarkan pemberitaan resmi, ada tiga inisiatif yang diperkenalkan sekaligus:

  1. Pemindai X-ray peti kemas dengan radiation portal monitor (RPM). Pemindai memeriksa kontainer impor dan ekspor tanpa membukanya, sementara RPM mendeteksi bahan nuklir dan zat radioaktif di dalam kontainer.
  2. SSR-Mobile (Self Service Report Mobile). Platform pelaporan mandiri berbasis CEISA Mobile dengan geotagging, pelacakan real-time, dan analisis risiko otomatis untuk kawasan berikat, KITE, kawasan perdagangan bebas, dan kawasan ekonomi khusus.
  3. Trade AI. Sistem berbasis AI untuk memperkuat pengawasan impor: mendeteksi under-invoicing dan over-invoicing, menganalisis nilai pabean, klasifikasi barang, validasi dokumen, verifikasi asal barang, dan rekomendasi profil risiko importir. Sistem ini direncanakan terintegrasi dengan CEISA 4.0.

"Pemeriksaan kini lebih cepat, akurat, aman." Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, saat peresmian (DDTCNews, 12 Desember 2025).

Kombinasi ketiganya menunjukkan arah yang jelas: pemeriksaan fisik non-intrusif (melihat isi tanpa membongkar) dipadukan dengan analisis data dan risiko berbasis AI untuk menentukan kontainer mana yang perlu diperiksa lebih dalam.

X-ray, RPM, dan AI: tiga lapisan yang berbeda

Ketiga teknologi ini sering disebut bersamaan, padahal fungsinya berbeda dan justru saling melengkapi.

Teknologi Cara kerja Yang ditemukan Keterbatasan
Pemindai X-ray Aktif: menembakkan sinar-X melewati objek dan mengukur serapannya Bentuk, kepadatan, dan jenis material (organik, campuran, logam) Butuh interpretasi citra; benda sangat padat bisa menutupi isi di belakangnya
Radiation portal monitor Pasif: mendeteksi radiasi yang dipancarkan oleh muatan Bahan nuklir dan zat radioaktif Tidak menampilkan bentuk barang; tidak mendeteksi barang non-radioaktif
AI analisis citra Model computer vision membaca citra X-ray Menandai objek mencurigakan agar operator fokus Bergantung pada data latih; tetap perlu verifikasi operator
AI analisis dokumen/risiko Menganalisis data pabean dan riwayat importir Kontainer berisiko tinggi untuk ditargetkan Tidak melihat isi fisik muatan

Pemindai X-ray menjawab pertanyaan "apa yang ada di dalam?", RPM menjawab "apakah ada sumber radiasi?", dan AI membantu menjawab "mana yang perlu dilihat lebih dulu?". Untuk dasar teknologinya, baca juga Cara Kerja X-Ray Dual-Energy.

Citra X-ray transmisi sebuah truk: muatan, sasis, dan roda terlihat tanpa membuka kontainer
Citra transmisi truk dari pemindai cargo: isi muatan terbaca tanpa pembongkaran.

AI di mesin X-ray: seberapa jauh di 2026?

AI untuk citra X-ray bukan hal baru, tetapi 2026 menjadi tahun ketika penerapannya makin luas. Beberapa catatan penting:

  • Dipasang di atas mesin yang sudah ada. Sejumlah vendor kini menawarkan AI sebagai tambahan perangkat lunak untuk mesin X-ray dari berbagai merek, sehingga instansi tidak harus mengganti seluruh perangkat keras.
  • Klaim vendor perlu diverifikasi. Misalnya, sebuah perusahaan AI melaporkan penurunan kesalahan pemeriksaan hingga 90% dan kenaikan throughput hingga 300% di bandara pelanggannya, tetapi media industri mencatat angka tersebut belum diverifikasi secara independen (European Security & Defence, Oktober 2026).
  • Data latih menjadi hambatan. Laporan yang dipublikasikan program EU Global Threats (Maret 2026) menyimpulkan bahwa deteksi senjata otomatis "makin dekat", tetapi masih terkendala data. Contoh barang langka seperti komponen senjata api sulit dikumpulkan, padahal pola penyelundupan bergeser ke komponen kecil, material baru, dan desain cetak 3D yang tampil berbeda di citra X-ray. Laporan itu juga menekankan perlunya standar pengujian dan sertifikasi yang terus diperbarui.

Kesimpulannya, AI paling efektif sebagai asisten operator, bukan pengganti. AI mempercepat penyaringan dan menandai citra yang perlu perhatian, sementara keputusan akhir tetap di tangan petugas terlatih.

AI di perangkat genggam

Tren yang sama juga masuk ke perangkat portabel. X-ray genggam Norden-X HX8 dilengkapi deteksi objek berbasis AI yang menandai benda mencurigakan di dalam tas beserta skor kepercayaannya secara real-time, tanpa koneksi cloud. Ini penting untuk pemeriksaan lanjutan di lapangan, di mana koneksi internet tidak selalu tersedia dan data inspeksi bersifat sensitif.

Apa artinya bagi pelabuhan, bandara, dan instansi?

Bagi instansi yang sedang merencanakan atau memperbarui titik periksa, perkembangan ini membawa beberapa implikasi praktis.

1. Rancang sebagai sistem berlapis

Satu mesin tidak menjawab semua kebutuhan. Alur yang umum dipakai:

  1. Penargetan risiko berbasis data (dokumen, riwayat importir, profil risiko).
  2. Pemindaian non-intrusif dengan X-ray, misalnya portal drive-through untuk volume tinggi.
  3. Deteksi radiasi dengan RPM di jalur keluar-masuk kendaraan.
  4. Pemeriksaan lanjutan terarah dengan X-ray genggam, detektor jejak bahan peledak, atau pemeriksaan fisik hanya pada kontainer yang dicurigai.

2. Kualitas citra menentukan kualitas AI

AI hanya sebaik citra yang dibacanya. Saat memilih pemindai, perhatikan:

  • Dual-energy dan diskriminasi material, supaya organik, campuran, dan logam dibedakan.
  • Dual-view (dua sudut pandang) untuk mengurangi objek yang tertutup benda lain. Contohnya PORTAL-9132 / CTXscan-2P.
  • Detektor berdinamika tinggi (misalnya 16-bit) agar detail pada muatan padat maupun tipis tetap terbaca.
  • Arsip citra dan kemampuan ekspor data, agar citra dapat diaudit dan dimanfaatkan sistem analisis di kemudian hari.

3. Jangan lupakan keselamatan dan perizinan

Pemindai X-ray adalah perangkat radiasi pengion. Pemanfaatannya di Indonesia diawasi BAPETEN dan memerlukan izin. Desain dosis yang aman, misalnya pengemudi tetap di kabin dengan dosis sangat rendah, serta dokumen kalibrasi dan uji keselamatan per unit perlu dipastikan sejak awal. Lihat juga Memilih Sistem X-Ray untuk Truk dan Kontainer di Pelabuhan.

4. Siapkan operator, bukan hanya mesin

Ketika AI menangani penyaringan awal, peran operator bergeser ke verifikasi dan pengambilan keputusan. Pelatihan membaca citra multi-mode, memahami batasan AI, dan prosedur pemeriksaan lanjutan menjadi semakin penting.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah AI akan menggantikan operator X-ray?

Tidak dalam waktu dekat. Laporan independen 2026 menunjukkan AI masih terkendala data latih untuk barang langka, dan praktik yang umum adalah operator tetap memverifikasi setiap citra yang ditandai AI.

Apa beda radiation portal monitor dengan pemindai X-ray?

X-ray bersifat aktif: memancarkan sinar dan membuat citra isi muatan. RPM bersifat pasif: hanya mengukur radiasi yang dipancarkan muatan untuk menemukan bahan nuklir atau radioaktif. Keduanya saling melengkapi.

Apakah mesin X-ray lama bisa ditambah AI?

Sebagian vendor AI menawarkan perangkat lunak untuk mesin dari berbagai merek. Kelayakannya bergantung pada kualitas citra, format data, dan dukungan dari produsen mesin.

Bagaimana mulai merencanakan titik periksa berlapis?

Mulailah dari volume dan jenis objek yang diperiksa, alur kendaraan atau penumpang, serta batasan ruang dan daya. Dari situ konfigurasi pemindai, deteksi radiasi, dan perangkat pemeriksaan lanjutan dapat disusun.

Kesimpulan

Peresmian pemindai peti kemas ber-RPM dan aplikasi berbasis AI di Tanjung Priok menandai arah pengawasan barang di Indonesia: lebih cepat, berbasis data, dan berlapis. Secara global, AI di mesin X-ray terus berkembang, tetapi tetap paling efektif sebagai asisten operator dengan citra berkualitas tinggi sebagai fondasinya.

Sedang merencanakan atau memperbarui titik periksa? Diskusikan kebutuhan Anda dengan tim teknis kami: kami bantu menyusun konfigurasi pemindai, perangkat pemeriksaan lanjutan, dan dokumen teknisnya.


Sumber: